Rabu, 30 April 2014

Daftar Pustaka Teknik Konstruksi Gedung

Daftar Pustaka Teknik Konstruksi Gedung
 
 
Ahmad Fa’izin. 2007. Ragam Bentuk, Bahan dan Variasi. Depok: Penebar Swadaya.
Anthony Joddie P Palgunadi. 2007. Memahami Listrik Rumah Tinggal. Boyolali: Kaliptra Raya.
 
Baer, Charles J & Ottaway John R. 1980, Electrical and Electronics Drawing Fourth Edition. New York: Mc Graw-Hill Company.
Bayu Ismaya, Titut Wibisono, Nurhidayat. 2006. 81 Tips Mengatasi Kerusakan Rumah. Depok: Penebar Swadaya.
Brechmann, Gerhard. 1993. Table for the Electric Trade. Deutche Gesselchaft fiir Technische Zusammenarbeit (GTZ) Gmbh, Eschborn Federal Republic of Germany.
Budi Jasin, Mauro. 1981. Teknik Presentasi Gambar Arsitektur. Bandung.
 
Dalih S A, Oja Sutiarno. 1982. Keselamatan Kerja Dalam Tatalaksana Bengkel. Jakarta: Melton Putra.
Darsono & Agus Ponidjo (t.th). Petunjuk Praktek Listrik 2. Depdikbud Dikmenjur.
Daryanto. 1988. Pengetahuan Teknik Bangunan. Jakarta: Bina Aksara.
Daryanto. 2007. Kumpulan Gambar Teknik Bangunan. Jakarta: Rineka Cipta.
Dedy Rusmadi. 2001. Belajar Instalasi Listrik. Bandung: Pionir Jaya.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Standar Kompetesi Nasional Bidang Teknologi Perkayuan. Jakarta: Bagian Proyek Sistem Pengembangan Sertifikasi dan Standarisasi Profesi.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Standar Kompetesi Nasional Bidang Gambar Bangunan. Jakarta: Bagian Proyek Sistem Pengembangan Sertifikasi dan Standarisasi Profesi.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Standar Kompetesi Nasional Bidang Survey dan Pemetaan. Jakarta: Bagian Proyek Sistem Pengembangan Sertifikasi dan Standarisasi Profesi.
Dikmenjur. 2000. Rumah Yang Ekologis. Malang: PPPGT/VEDC.
Donalde E Hepler, Paul I Wallach. 1977. Architecture Drafting and Design. New York: McGraw-Hill Book Company.
 
E. Diraatmadja. 1987. Membangun. Jakarta: Erlangga.
Edward Allen. 2005. Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan. Jakarta: Erlangga.
 
Harten, P. Van & E. Setiawan.1991. Instalasi Listrik Arus Kuat 1. Jakarta: Binacipta.
Heinz Frick. 1975. Menggambar Bangunan Kayu. Yogyakarta: Kanisius.
Heinz Frick. 1980. Ilmu Konstruksi Bangunan 1. Yogyakarta: Kanisius.
Heinz Frick. 1984. Rumah Sederhana Kebijakan, Perencanaan dan Konstruksi. Yogyakarta: Kanisius.
Heinz Frick, Petra Widmer. 2006. Membangun, Membentuk, Menghuni. Yogyakarta: Kanisius.
Hendarsin, H. 1983. Ringkasan Ilmu Bangunan. Jakarta: Erlangga.
 
IK Supribadi. 1986. Ilmu Bangunan Gedung. Bandung: Armico.
Iman Subarkah. 1988. Konstruksi Bangunan Gedung. Bandung: Idea Dharma.
Imelda Akmal Architecture Writer. 2007. Saniter. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
 
Koch, Robert. 1997. Perencanaan Instalasi Listrik. Bandung: Angkasa.
Konstruksi. 1995. Pengembangan Kota Medan. Jakarta: PT. Tend Pembangunan.
Konstruksi. 1995. Revitalisasi Kota Lama Jakarta. Jakarta: PT. Tend Pembangunan.
 
Leslie Woolley. 1974. Sanitation Details. London: Northwood Publications
 
Mistra. 2006. Panduan Membangun Rumah. Depok: Penebar Swadaya.
 
Renggo. S.W. 1997. Menghitung Biaya Membuat Rumah. Jakarta: Penebar Swadaya.
Rita Laksmitasari Rahayu. 2007. Sistem dan Perencanaan Plumbing. Jakarta: Prima Infosarana Media.
Robby Setiawan. 2007. Panduan Praktis Membangun Rumah Tinggal. Jakarta: Kawan Pustaka.
Rudy Gunawan. 1994. Pengantar Ilmu Bangunan. Yogyakarta: Kanisius.
 
Schaarwachter. 1996. Perspektif untuk Para Arsitek. Jakarta: Erlangga.
Singh, Surjit. 1984. General Electric Drawing. New Delhi: PK & Co Technical Publisher..
Slamet Mulyono & Djihar Pasaribu 1978. Menggambar Teknik Listrik 2. Jakarta: Depdikbud.
Soetjipto, dan Ismoyo. 1978. Konstruksi Beton Bertulang 1. Jakarta: Dikdasmen.
Soegihardjo, Soedibyo. 1977. Ilmu Bangunan Gedung 1. Jakarta: Dikdasmen.
Soegihardjo, Soedibyo. 1977. Ilmu Bangunan Gedung 2. Jakarta: Dikdasmen.
Soegihardjo, Soedibyo. 1977. Ilmu Bangunan Gedung 3. Jakarta: Dikdasmen.
Soufyan M Noerbambang, Takeo Morimura. 1986. Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing. Jakarta: Pradnya Paramita.
Supribadi. 1993. Ilmu Bangunan Gedung. Bandung: Armico.
Suratman, Sudibyo. 1982. Petunjuk Praktek Bangunan Gedung 2. Jakarta: Abadi.
Suryatmo, F. 1993. Teknik Listrik Instalasi Penerangan. Jakarta: Rineka Cipta.
 
Takeshi Sato & N. Sugiarto. 1986. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. Jakarta: Pradnya Paramita. Jakarta.
Tim FT UNY. 2001. Memasang Daun Pintu dan Jendela. Jakarta: Dikmenjur.
_.2001. Memasang Kusen Pada Dinding Paangan. Jakarta: Dikmenjur.
TotoMedia. 2007. Grand Opening TOTO Gallery Panglima Polim. Jakarta: PT. Surya Toto Indonesia Tbk.
TotoMedia. 2007. Melewatkan Liburan di Kota Kembang. Jakarta: Surya Toto Indonesia.
 
Walker, Theodore D. 1989. Sketsa Perspektif. Jakarta: Erlangga.
Wamar. 1996. Konstruksi Batu. Bandung: Angkasa.
Widodo. 1983. Rumah Tahan Gempa (RTG) TUKU KALI (MenyaTu, Kuat, Kaku, Liat). Yogyakarta: Rumah Produksi Informatika.
 
Zamtinah. 1990. Diktat Gambar Teknik. Yogyakarta: FPTK IKIP Yogyakarta.
 
www.mciindonesia.tripod.com. Akses Tanggal 10 Oktober 2007.
www.wpkl.jkr.gw. Akses Tanggal 11 Oktober 2007.
www.karyanet.com. Akses Tanggal 11 Oktober 2007.
www.gufi.indika.net.id. Akses Tanggal 12 Oktober 2007.
www.rumah.masrafa.com. Akses Tanggal 12 Oktober 2007.
www.sarikayu.co.id . Akses Tanggal 13 Oktober 2007
www.tepaksireh.com. Akses Tanggal 15 Oktober 2007.
www.wvansantvoort.nl. Akses Tanggal 17 Oktober 2007.
www.planetmaison.com. Akses Tanggal 17 Oktober 2007.
www.procolor.fr . Akses Tanggal 17 Oktober 2007.
www.mukimits.com. Akses Tanggal 20 Oktober 2007.
www.drymix.co.id. Akses Tanggal 25 Oktober 2007
www.indonetwork.co.id. Akses Tanggal 25 Oktober 2007
www.rumahjogja.com. Akses Tanggal 25 Oktober 2007
www.kompas.com. Akses Tanggal 25 Oktober 2007
www.sonjaya.com. Akses Tanggal 27 Oktober 2007
http://www.indanapaint.com/cat_genteng.htm. Akses Tanggal 27 Oktober 2007.
http://www.ideaonline.co.id. Akses Tanggal 27 Oktober 2007.
http://www.tentangKAYU.com. Akses Tanggal 27 Oktober 2007.


 

Jumat, 25 April 2014

Penutup Dinding

Penutup Dinding

 

1. Penutup Dinding dengan Batu Tempel/Hias

 

    a. Cara Pemasangan Beragam batu tempel/hias tersedia di pasar.

 
Cara pemasangan batu tempel/hias adalah sebagai berikut;
        1) Awali pemasangan dengan menetukan pola pemasangan. Pemasangan rata atau tidak rata (maju-mundur) tergantung selera. Jika ingin memasang dengan pola permukaan tidak rata, tentukan pola dan tinggi satu batu dengan batu lainnya.
        2) Pastikan ukuran batu sesuai ukuran dinding yang akan ditempeli. Jika dibutuhkan ukuran khusus, potong batu alam menggunakan alat pemotong batu atau keramik.
        3) Untuk menempelkan batu pada dinding, tuangkan semen ke bagian belakang batu. Tuang hati-hati agar cairan semen tidak mengotori bagian depan. Jika ada sisa air atau adukan semen menempel pada bagian depan, segera bersihkan.
        4) Berbeda dengan memasang lantai keramik, pemasangan batu alam tanpa nat akan lebih menarik. Jika menghendaki efek batu menyambung, hindari mengisikan adukan semen di antara celah batu.
        5) Setelah seluruh batu terpasang, tunggu satu-dua hari sampai semen kering dan batu menempel erat. Setelahnya, bersihkan dinding dengan menyemprotkan air pada dinding batu hingga debu dan kotoran hilang. Jika dibutukan, gunakan sikat kawat untuk merontokkan kotoran membandel.
 
Gambar VI-9, Penutup Dinding dengan Batu Tempel/Hias

    b. Coating atau Pengecatan Batu Tempel/Hias


Batu tempel/hias mempunyai pori-pori besar sehingga mudah menyerap air. Batu yang terkena air terus menerus bakal berlumut dan berjamur. Dua hal tersebut dapat membuat tampilan batu tak indah lagi. Untuk mengatasinya, maka batu tempel perlu dicoating/cat.

Coating hanya salah satu bentuk upaya mencegah batu tempel/hias pada dinding rumah rusak akibat dampak buruk air dan perubahan cuaca. Meski terlihat mudah, proses coating tidak boleh dilakukan sembarangan. Coating harus dilakukan secara periodic, Minimal setahun sekali. Pilihan jenis cairan coating pun harus disesuaikan dengan karakteristik batu. Tidak semuanya cocok diaplikasikan ke semua batu alam. Batu dengan poritasitas tinggi lebih cocok dicoating dengan larutan kimia yang lebih rendah. Batuan keras macam batu kali dan andesit, lebih tepat menggunakan coating yang mengkilap. Sebaliknya, batuan dengan porositas tinggi cocok dengan coating dof.
 
Gambar VI-10, Hasil Coating pada Dinding dengan Batu Tempel/Hias

 
2. Penutup Dinding dengan Keramik
 
Pelapisan dengan keramik biasnya dilakukan pada dinding kamar mandi dan dinding dapur dengan susunan keramik di bagian bawah dinding dan lis di bagian atas dinding. Model dan motif dari keramik dan lis dinding tersebut mempunyai banyak ragam.
 
Gambar VI-11, Finishing dengan Pelapisan Keramik
 
 
3. Penutup Dinding dengan Gypsum
 
 
Gambar VI-12. Sistem pelapis dinding batu ini menggunakan 1 lapis papan gipsum. Furring Channel dan Direct Fixed Clip, diaplikasikan pada 1 sisi. Rongga yang terdapat di antara papan gipsum dan dinding batu dapat difungsikan untuk instalasi ME (mekanikalelektrikal) atau insulasi (jika diperlukan).
 
Gambar VI-13. Potongan samping pelapis dinding
 
 
4. Dinding Partisi
 
Untuk membuat kesan ruangan menjadi luas atau terbagi-bagi dapat dilakukan dengan cara membuat dinding partisi.
 
Cara membuat dinding partisi adalah sebagai berikut;
    a. Tentukan model partisi yang diinginkan. Kini ada banyak variasi untuk menyamarkan ruangan. Partisi dapat menyerupai dinding utuh dengan modifikasi material atau partisi yang menyerupai lemari untuk menyimpan barang.
    b. Ukur jarak antarruang yang akan ditutupi, sebaiknya saat membagi ruang didukung oleh dinding struktur, sehingga partisi akan terlihat seperti dinding sungguhan.
    c. Pilih material sesuai kebutuhan. Lalu buat rangka struktur partisi dengan menggunakan material tersebut.
    d. Setelah partisi terbentuk, beri finishing warna yang sesuai dengan warna kusen dan pintu.
    e. Langkah terakhir, pasang pintu pada ruang yang telah ditentukan. Untuk menyamarkan pintu, handel dapat dipasang pada satu sisi, yakni bagian dalam.
    f. Jika dinding pintu partisi memiliki jarak yang cukup lebar, meja kecil dapat menjadi penghias sebagian pintu. Melalui cara ini, dinding akan terlihat seperti bukan partisi.
 
Gambar VI-14, Dinding Partisi
 


Rabu, 23 April 2014

Daftar Istilah Konstruksi Gedung

Daftar Istilah Konstruksi Gedung

 
 
aanstamping : pasangan batu kosong yang berfungsi sebagai drainage untuk mengeringkan air tanah yang terdapat di sekitar badan pondasi
aantrede (tread) : anak tangga langkah datar
aptrede(riser) : anak tangga langkah naik
angkur : penghubung kosen dengan pasangan dinding terbuat dari besi beton
apartemen : rumah tinggal sementara

balok kopel : balok beton penan momen
balok Sopi-sopi : sloof berbentuk kuda-kuda
bath mixer shower : bak penampung air dari pancuran mandi
bathtub freestanding : bak mandi tidur yang dipasang bebas
bathub : bak mandi tidur yang dipasang tertanam
beton siklop : beton yang dicampur dengan batu kali
bidet : tempat baung air kecil untuk wanita
bordes (landing) : pemberhentian sementara pada tangga
bouwplank : papan bangunan

eksterior : desain di luar bangunan
elevated water tank : penampung air yang terletak di atas
elevator/ lift : tempat penghubung antar lantai elektrik
eskalator : tangga berjalan

floor drain : lubang saluran pembuang

garis sepadan bangunan : garis batas bangunan

handle : pegangan pintu
hebel : dinding dari beton mutu tinggi

interior : desain di dalam bangunan

jet pum : pompa air tekanan tinggi

kitchen set : almari perkakas dapur

looplijn : garis jalan

neut : penguat kosen pada ambang tegak (kaki kosen)

pantry : meja dapur
paving block : penutup lantai dari campuran semen portlan dengan pasir
plumbing : peralatan dan instalasi air bersih dan air kotor

ring balok : balok beton di atas pasangan dinding

sagrod : besi bulat terbuat dari tulangan polos dengan kedua ujungnya memiliki ulir dan baut
saniter dan rioolering : saluran air bersih dan saluran air kotor
septictank : bak penampung kotoran padat
sloof : balok beton di atas pondasi
Skycraper : bangunan pencakar langit

toilet roll holder : tempat gulungan kertas tisuue
towel rail : gantungan handuk

uitzet : pengukuran pada awal pendirian bangunan
Urinoar : tempat Luang air kecil pria

veerscharnier : engsel skarnir pegas

wastafel : tempat cuci tangan
water Closet : tempat Luang air besar (jongkok/duduk)
waterpas : alat penyipat datar

zaking : penurunan setempat-setempat pada bangunan

 

Facebook Comments